Jarak.id, GORONTALO — Sebagai Koalisi Advokasi Jaminan Sosial, Gorontalo Aliansi Social Security (GASS) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII yang akan digelar Juni 2026 di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan nasional ini dinilai sebagai momentum strategi memperkuat petani peran dan nelayan sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi ruang konsolidasi yang mendorong peningkatan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi pekerja sektor agraria dan kelautan.
Koordinator GASS, M. Jodipanto Biludi, menegaskan bahwa hingga saat ini petani dan nelayan masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait perlindungan sosial.
“Petani dan nelayan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian, namun masih menghadapi kerentanan seperti minimnya akses jaminan sosial, tingginya risiko kerja, serta pendapatan akibat faktor alam dan pasar,” ujarnya.
GASS mencatat bahwa sebagian besar pekerja sektor informal seperti petani dan nelayan, belum sepenuhnya terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan maupun kesehatan.
Oleh karena itu, GASS mendorong momentum PENAS XVII tidak hanya sekedar menjadi kegiatan seremonial, namun mampu menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperluas perlindungan sosial bagi petani dan nelayan.
Salah satu usulan strategi yang didorong adalah penyelenggaraan Temu Profesi Tani dan Nelayan dalam rangkaian kegiatan PENAS, dengan melibatkan berbagai organisasi seperti:
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo),
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI),
Melalui forum tersebut, GASS berharap dapat membangun komitmen bersama untuk memulai dan memperluas implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan secara nasional bagi petani dan nelayan, khususnya dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Kesehatan.
“Negara harus hadir memberikan perlindungan yang layak bagi petani dan nelayan. Tanpa jaminan sosial yang kuat, sektor ini akan terus berada dalam kerentanan,” tambahnya.
GASS menegaskan bahwa penguatan sistem jaminan sosial yang inklusif merupakan kunci dalam menjaga kemiskinan sektor pertanian dan perikanan, sekaligus memastikan kesejahteraan para pelaku utamanya.