Jarak.id, GORONTALO, 21 Juni 2026 – Bayer Indonesia kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui partisipasi aktif pada Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Kabupaten Gorontalo.
Dalam gelaran ini, Bayer memperkenalkan inovasi terbaru berupa dua varietas bioteknologi jagung, DEKALB DK19S Cantik Pro dan DK09S Super Gaul Pro, yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia.
Inovasi ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan hama Fall Armyworm (FAW) atau ulat greyak, sekaligus mendukung target produksi jagung nasional sebesar 18 juta ton pipilan kering pada tahun 2026. Varian bioteknologi ini dijadwalkan akan hadir secara komersial pada tahun 2027.
Selain varian bioteknologi, Bayer juga memamerkan benih hibrida unggul DEKALB seperti DK09C Super Gaul, DK19C Cantik, dan DK79C Kuat yang telah terbukti memiliki toleransi tinggi terhadap penyakit bulai dan busuk batang, serta rendemen tinggi hingga 82 persen.
Gubernur Gorontalo, Dr.Ir. H. Gusnar Ismail, MM, menekankan bahwa inovasi teknologi pertanian, termasuk yang ditampilkan Bayer, merupakan momentum strategi untuk mendorong peningkatan kapasitas petani sekaligus memperkuat posisi Gorontalo sebagai salah satu lumbung jagung nasional.
Produktivitas jagung di provinsi ini terus meningkat secara signifikan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Yuchen Li, Presiden Direktur Bayer Indonesia, menegaskan bahwa inovasi benih dari Bayer merupakan respons langsung terhadap tantangan yang dihadapi petani.
“Fokus kami mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani melalui solusi yang berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus menyediakan akses teknologi terkini, sehingga petani siap menghadapi tantangan pertanian, baik sekarang maupun di masa depan,” kata Yuchen.
Terkait teknologi benih DEKALB, Wahyu Dwi Setiawan, Commercial Unit Lead East Area Bayer Crop Science Indonesia menjelaskan,
Kualitas benih jagung hibrida DEKALB telah terbukti berkinerja stabil dan ketahanan adaptif yang didukung oleh penelitian mendalam. Varietas DEKALB seperti DK09C Super Gaul, DK19C Cantik, dan DK79C Kuat memiliki toleransi tinggi terhadap penyakit bulai dan busuk batang. jelasnya.
DEKALB DK79C Kuat khususnya memiliki rendemen tinggi hingga 82 persen, batang kokoh tahan rebah, serta masa panen yang (sekitar 100 hari) sehingga memudahkan petani dalam mengatur pola tanam. “Di ranah bioteknologi, untuk pertama kalinya di Indonesia, DEKALB DK19S Cantik Pro dan DK09S Super Gaul Pro akan hadir sebagai jawaban atas ancaman serius hama Fall Armyworm/FAW (Ulat Grayak), Stem Borer (Penggerek Batang), Asian Corn Borer (Penggerek Batang Asia), dan Ear Worm (Ulat Tongkol),” tambah Wahyu.
Hama FAW yang pertama kali terdeteksi di Indonesia tahun 2019 ini memiliki daya sebar yang sangat agresif. FAW mampu menurunkan hasil panen 20-50 persen, bahkan berisiko memicu kegagalan panen total (puso). Adopsi bioteknologi benih jagung ini diharapkan memberikan kontribusi dalam langkah mitigasi untuk mengamankan target produksi jagung nasional.

Selama perhelatan PENAS kali ini, Bayer menghadirkan dua akses utama bagi para pemangku kepentingan dan petani: anjungan khusus yang menyajikan wawasan komprehensif mengenai inovasi benih, solusi perlindungan tanaman, hingga layanan agronomi digital, serta lahan demplot untuk Gelar Teknologi Jagung yang menampilkan performa nyata benih DEKALB, dan lisensi praktik budidaya optimal.
Melalui lahan demplot ini, Bayer memberikan pendampingan langsung yang menjangkau sekitar 500 petani.
Program ini merupakan wujud nyata komitmen Bayer dalam mempercepat penerapan teknologi pertanian terkini bagi para petani lahan kecil (petani kecil), yang menjadi tulang punggung produksi jagung nasional.