Site icon Jarak.id

Jelang Idul Adha, Pemkab Gorontalo Sudah Vaksinasi 6.925 Ekor Hewan Ternak Untuk Antisipasi Penyakit

Jarak.id GORONTALO, – Sebanyak 6.925 ekor hewan ternak yang tersebar di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Gorontalo telah dilakukan vaksinasi untuk memperkuat langkah antisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 1447 H/ 2026 Masehi berdasarkan instruksi Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Gorontalo Tonny Junus serta komitmen mereka sebagai pelayan publik itu sejak bulan Januari hingga sampai sekarang terus bergerak melakukan vaksinasi dan mengobati hewan ternak yang sakit tanpa mengenal hari libur serta pulang rumah di malam hari.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo, Endi Triyanto Manyo’e, Melaluinya melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Rita S Marwaty kepada awak media mengatakan program vaksinasi masif ini dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari 5 orang medik dan didukung 34 tenaga paramedik veteriner.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini tidak ditemukan penyakit menular pada hewan kurban,” katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Gorontalo, Kecamatan Tolangohula tercatat sebagai lokus utama vaksinasi dengan jumlah hewan ternak yang paling banyak, dan paling jarang pelaksanaannya di wilayah Kecamatan Biluhu dan Batudaa Pantai karena sedikit hewan ternak. 

Rita S. Marwaty, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan demi menjamin kesehatan dan keamanan hewan ternak yang akan diperjualbelikan atau dijadikan hewan kurban.

“Tujuan kami jelas, memastikan setiap hewan ternak bebas dari penyakit berbahaya, demi keamanan pangan dan kesehatan masyarakat luas,” jelas Rita, saat ditemui, Selasa (12/05/2026).

Meskipun pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Rita S Marwaty mengakui, tetap saja ada kendala dalam melaksanakan program ini mulai dari kondisi geografis yang sulit dijangkau, hingga tingkat kesadaran sebagian pemilik hewan untuk mengetahui hewan yang mengalami gejala penyakit menular itu masih perlu.

Oleh karena itu ia terus berupaya mengatasi kendala tersebut dengan memperluas jangkauan pelayanan, memberikan penyuluhan, serta berkoordinasi erat dengan pemerintah desa dan kelompok peternak.

“Program vaksinasi masih berlanjut dan belum lama ini dilaksanakan di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Turut hadir Dirjen Kesehatan Hewan bersama Dinas Provinsi Gorontalo yang sementara melakukan peninjauan pelaksanaan Vaksinasi untuk hewan ternak Sapi,” tandasnya.

Terakhir ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemilik hewan agar segera melaporkan jika menemukan hewan dengan gejala sakit, agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Penulis: SaLu

Exit mobile version