jarak.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo memperluas peran Posyandu sebagai bagian dari pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat. Penguatan tersebut disampaikan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat menghadiri kegiatan Posyandu Terintegrasi di Gedung Sorga, Desa Moahudu, Kecamatan Tabongo, Sabtu (16/08/2026).
Sofyan mengatakan Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan bayi, balita, dan ibu hamil. Melalui Posyandu Terintegrasi, pelayanan dasar masyarakat diperkuat dengan melibatkan berbagai sektor sesuai kebutuhan warga.
“Layanan Posyandu kita perluas agar semakin dekat dengan masyarakat. Hak masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak harus terus dipenuhi pemerintah,” ujar Sofyan.
Menurut Sofyan, penguatan layanan dasar juga harus berjalan bersama dengan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat. Menanggapi aspirasi warga terkait kondisi jalan desa, ia mengatakan perbaikan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dilakukan secara bertahap berdasarkan kemampuan anggaran dan skala prioritas.
“Pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan pembangunan infrastruktur. Semua membutuhkan proses dan perencanaan yang matang,” tegasnya.
Selain Posyandu Terintegrasi, Pemkab Gorontalo menjalankan sejumlah program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dukungan legalitas dokumen, percepatan penanganan stunting, serta penguatan fasilitas deteksi dini kesehatan di puskesmas. Sofyan menyebut panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 1.500 kilometer juga membutuhkan penanganan melalui perencanaan dan prioritas yang terukur.
Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, mengatakan Posyandu Terintegrasi harus mampu menjadi ruang pelayanan yang mudah diakses masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat, cepat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” kata Maryam.
Penguatan layanan tersebut juga terlihat dalam kegiatan Posyandu Terintegrasi di Desa Moahudu yang dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan pemeriksaan kesehatan itu menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus mendorong masyarakat lebih aktif mengetahui dan menjaga kondisi kesehatannya.






