Jarak.id, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus bergerak cepat memperkuat layanan kesehatan daerah. Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, didampingi Wakil Bupati Tonny S. Junus, melakukan audiensi langsung dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Gedung Adhyatma, Jakarta.
Dalam pertemuan strategi tersebut, Sofyan Puhi mengajukan dukungan anggaran sebesar Rp234,46 miliar untuk percepatan peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Gorontalo.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan sarana, prasarana, dan alat kesehatan.
“Ini bukan sekadar usulan administratif. Ini kebutuhan riil masyarakat yang harus segera dijawab,” tegas Sofyan Puhi di hadapan Menteri Kesehatan.
Dari total usulan anggaran tersebut, alokasi dana dikhususkan pada tiga sektor utama dengan rincian sebagai berikut:
– Rp59,6 Miliar untuk rehabilitasi bangunan puskesmas, pengadaan ambulans, serta penguatan layanan kesehatan di wilayah terpencil.
-
Rp78,05 Miliar ditujukan untuk pengembangan gedung rawat inap dan pengadaan alat kesehatan di RSUD MM Dunda Limboto.
-
Rp96,7 Miliar diperuntukkan bagi peningkatan standar layanan di RSUD Boliyohuto, termasuk dukungan penuh untuk penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Sementara itu, Wakil Bupati Tonny S. Junus menegaskan bahwa intervensi dari pemerintah pusat sangat diperlukan mengingat capaian Angka Standar Pelayanan Minimal Kesehatan (ASPAK) Kabupaten Gorontalo saat ini baru berada di angka 37,11 persen.
“Angka ini menunjukkan masih ada kesenjangan layanan yang harus segera kita kejar, terutama di wilayah terpencil,” ujar Tonny.
Merespons hal tersebut, Kementerian Kesehatan memberikan respon positif. Usulan yang diajukan akan masuk ke tahap verifikasi lanjutan, termasuk membuka peluang pembiayaan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan.
Langkah agresif ini menandai komitmen kuat duet Sofyan Puhi dan Tonny S. Junus dalam mempercepat transformasi layanan kesehatan daerah agar lebih merata, layak, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok desa.



