Jarak.id, GORONTALO – Di usia senjanya yang ke-87, Musu Mointi harus berjuang melawan penyakit sambil terbaring lemas di sebuah rumah kosong di Dusun Wangata, Desa Bakti, Kecamatan Pulubala. Kondisi hidupnya yang terlantar dan tanpa identitas kependudukan sempat menjadi penghalang besar bagi nenek tujuh anak ini untuk mendapatkan rujukan medis serius ke rumah sakit.
Menyikapi kondisi memprihatinkan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gorontalo bergerak cepat. Pada Senin (8/6/2026), tim Dukcapil melakukan layanan “jemput bola” langsung ke tempat tinggal Musu Mointi untuk merekam data KTP elektronik.
Proses perekaman tidak berjalan mulus. Kondisi fisik Musu yang renta menyebabkan sidik jari dan biometrik matanya sulit terdeteksi alat. Namun, petugas operator seperti Kasma Samsudin dan Fenny Mile tidak menyerah. Dengan kesabaran tinggi dan bantuan Plt Camat Pulubala, Halid Kadir, serta Kepala Desa Bakti, proses akhirnya berhasil diselesaikan.
Kepala Dukcapil Kabupaten Gorontalo, Muhtar Taufik Saleh Nuna, menyatakan langkah ini diambil demi kemanusiaan. “Identitas kependudukan adalah kunci akses layanan publik, termasuk kesehatan. Kami apresiasi responsivitas kecamatan dan desa yang memudahkan proses ini,” ujarnya.
Kini, dengan terpenuhinya administrasi kependudukan, jalan bagi Musu Mointi untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit telah terbuka lebar, berkat kolaborasi empati antara pemerintah dan warga.













