Jarak.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo membawa kabar menggembirakan bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungannya. Di tengah kebijakan efisiensi belanja pegawai yang berlaku secara nasional, Pemkab Gorontalo berkomitmen penuh untuk tidak melakukan pengurangan tenaga kerja, termasuk bagi para guru honorer.
Kepastian perlindungan nasib tersebut ditegaskan Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, saat membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo Masa Bakti 2025–2030 di Hulonthalo Meeting Room, Grand Q Hotel Gorontalo, Sabtu (18/7/2026).
Langkah penyelamatan ini menyasar lebih dari 3.000 PPPK Paruh Waktu, yang di dalamnya mencakup 1.054 tenaga pendidik. Pemerintah daerah menjamin keberlanjutan masa depan pekerjaan mereka hingga perencanaan anggaran tahun berikutnya.
“Meskipun ada instruksi efisiensi, kami tidak akan membiarkan rekan-rekan PPPK paruh waktu kehilangan mata pencaharian. Mereka adalah bagian integral dari pelayanan publik dan pendidikan di Gorontalo,” tegas Sofyan Puhi dalam sambutannya.
Komitmen ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap dedikasi para tenaga honorer yang selama ini mengabdi tanpa pamrih. Dengan adanya jaminan kepastian kerja ini, diharapkan para PPPK dapat bekerja dengan lebih tenang, fokus, dan produktif dalam melayani masyarakat serta mencerdaskan generasi penerus bangsa.






