Recent Posts

  • Tepis Suara Miring, Syamsia Anapia Tegaskan Tak Akan Tempuh Jalur Damai
  • Kesiapan Air Bersih Untuk 6.000 Titik Pemondokan di Kegiatan Penas Ke-17 Petani Dan Nelayan Tahun 2026 Terus Dipacu
Jarak.id
Thursday, April 16, 2026
No Result
View All Result
  • Login
  • Olahraga
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Hukum
  • Politik
  • Daerah
    • Kabupaten Gorontalo
    • Pohuwato
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Kota Gorontalo
    • Gorontalo Utara
  • Olahraga
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Hukum
  • Politik
  • Daerah
    • Kabupaten Gorontalo
    • Pohuwato
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Kota Gorontalo
    • Gorontalo Utara
No Result
View All Result
Jarak.id
No Result
View All Result

Tepis Suara Miring, Syamsia Anapia Tegaskan Tak Akan Tempuh Jalur Damai

Redaksi Jarak by Redaksi Jarak
April 15, 2026
0 0
Syamsia Anapia, S. Pd.I (ibu korban)

Syamsia Anapia, S. Pd.I (ibu korban)

Jarak.id, SULUT – Syamsia Anapia, ibu dari remaja RS (16), secara tegas membantah isu yang beredar luas di masyarakat bahwa ia telah berdamai dengan pelaku persekusi tak terduga, RP alias Tito cs.

Isu yang menyebutkan keluarga korban telah menerima pembayaran berupa satu unit rumah dan uang tunai sebesar Rp100 juta dipastikan tidak benar, mengingat hingga saat ini pihak keluarga hanya menolak untuk bertemu dengan pihak Tito.

“Isu yang beredar kami sudah damai dan sudah menerima satu rumah dengan uang 100 juta. Sedangkan sampai sekarang kami menolak bertemu dengan Pak Tito,” tegas Syamsia.

Peredaran informasi hoaks tersebut berdampak pada munculnya berbagai tanggapan miring yang menyudutkan keluarga korban.

Syamsia mengungkapkan, banyak warga yang terlanjur memercaai kabar perdamaian tersebut, sehingga menimbulkan tekanan psikologis dan opini negatif terhadap keluarganya di tengah upaya mencari keadilan bagi sang anak.

“Masyarakat sebagian besar jadi tau torang damai. Jadi banyak suara miring yang timbul,” ungkap Syamsia saat diwawancarai Rabu 15 April 2026.

Syamsia menegaskan, mereka tetap berkomitmen melanjutkan proses hukum dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Polres Bitung.

Terakhir, Syamsia menyayangkan tindakan oknum-oknum yang sengaja menyebarkan fitnah tersebut dan menyatakan bahwa fokus utama keluarga saat ini adalah menuntut keadilan atas mendapatkan yang dialami RS, tanpa ada niat untuk menempuh jalan damai di luar proses hukum yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja di Kota Bitung, RS (16), diduga menjadi korban persekusi dan penggeledahan oleh sejumlah oknum karena diduga sebagai pelaku pembakaran rumah warga.

Berdasarkan rekaman video berdurasi 03.45 menit yang tersebar luas, RS tampak diduga dipersekusi dan dianiaya oleh sejumlah orang.

Dalam video tersebut, RS terlihat ditampar oleh seorang wanita, diancam dengan korek api yang dinyalakan ke bajunya, hingga kakinya ditindih menggunakan meja oleh Tito dan seorang pria lanjut usia.

Menurut Ibu korban, kejadian yang menimpa anaknya tersebut dipicu oleh terjadinya suatu peristiwa pembakaran rumah warga, di Kelurahan Bitung Timur, Kota Bitung, Senin (12/01/2026). Korban, disebut-sebut diduga terlibat dalam kejadian itu.

Sembilan hari kemudian pasca peristiwa pembakaran rumah warga tersebut, tepatnya Rabu (21/01/2026), korban saat berada di rumahnya, kemudian dijemput oleh seorang warga yang diduga diperintahkan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, berinisial RP alias Tito.

Sayangnya, korban dijemput dari rumahnya tanpa sepengetahuan dan seizin orang tua korban, dan langsung dibawa ke rumah Tito, untuk diinterogasi terkait dugaan keterlibatannya dalam peristiwa pembakaran rumah warga.

“Di rumah Pak Tito ini, anak saya diduga dipersekusi dan dianiaya oleh sejumlah orang. Karena merasa tidak tahan disiksa, akhirnya anak saya mengiyakan apa yang mereka tuduhkan tersebut,” ungkap Ibu korban, lewat keterangan tertulisnya yang diterima awak media ini, Selasa 3 Feberuari 2026.

Tak terima atas perlakuan para oknum tersebut, keluarga korban melaporkan peristiwa yang menimpa RS ke Polres Bitung, Sabtu tanggal 31 Januari 2026.

Dikutip dari artikel skemalangit.com berjudul “Seorang Remaja di Kota Bitung Diduga Jadi Korban Intimidasi,” yang tayang Selasa 3 Februari 2026, Tito membenarkan adanya dugaan tindakan kekerasan dalam proses interogasi sepihak terhadap korban.

“Yang menyalakan korek api ke baju korban saya lupa kalau siapa, dia laki-laki di samping saya. Kalau yang menampar dari belakang itu perempuan, yang saya tahu marganya Ibu itu tapi nama saya tidak tahu,” beber Tito dikutip dari artikel skemalangit.com.

Selain itu, RP alias Tito membenarkan, dirinya yang telah menyuruh seseorang untuk menjemput korban untuk dibawa ke rumahnya.

“Bukan hanya saya yang suruh, banyak masyarakat yang suruh cari, daripada massa yang datang menjemput, makanya hanya beberapa perwakilan saja yang disuruh datang menjemput,” terang Tito.

ShareTweetSend
Previous Post

Kesiapan Air Bersih Untuk 6.000 Titik Pemondokan di Kegiatan Penas Ke-17 Petani Dan Nelayan Tahun 2026 Terus Dipacu

Redaksi Jarak

Redaksi Jarak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Tepis Suara Miring, Syamsia Anapia Tegaskan Tak Akan Tempuh Jalur Damai
  • Kesiapan Air Bersih Untuk 6.000 Titik Pemondokan di Kegiatan Penas Ke-17 Petani Dan Nelayan Tahun 2026 Terus Dipacu
Jarak.id

  • About us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Olahraga
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Hukum
  • Politik
  • Daerah
    • Kabupaten Gorontalo
    • Pohuwato
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Kota Gorontalo
    • Gorontalo Utara

Your text

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Open chat
Powered by Joinchat
Hello 👋
Ada yang bisa kami bantu, Kak ?