Jarak.id, LIMBOTO – Wakil Bupati Gorontalo, Tonny Junus, secara resmi membuka Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan Dasar & Lanjutan serta Program Pemberdayaan Remaja dan Perempuan Tahun 2026, yang berlangsung di Ballroom Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Jumat (24/7/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Tonny Junus menekankan bahwa keberhasilan program pendidikan nonformal tidak dapat dicapai oleh pemerintah daerah sendirian.
Sebap dalam pencapaian ini pentingnya kolaborasi antara pendidik, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan kemajuan bersama.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dengan dukungan semua pihak, kita akan mampu menjawab tantangan dan mewujudkan kemajuan yang kita cita-citakan,” ujar Tonny Junus.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, memaparkan capaian signifikan program pendidikan nonformal di Kabupaten Gorontalo jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan daerah lain.
“Saat ini terdapat 29 lembaga yang terdiri atas 6 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan 23 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)”paparnya.
Selain itu, Abdul Waris mengungkapkan tren peningkatan jumlah warga belajar yang sangat drastis dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat hanya 291 warga belajar.
Angka tersebut melonjak menjadi 741 orang pada tahun 2025, dan pada tahun 2026 ini mencapai 900 peserta program khusus keaksaraan dan jika digabungkan dengan peserta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), total warga belajar yang diberdayakan tahun ini mencapai 1.326 orang.
“Lonjakan kenaikan warga belajar di PKBM ini menandakan bahwa Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan kita mengalami peningkatan yang nyata,” kata Abdul Waris.
Sehingga dengan tercapainya tujuan ini, Pemkab Gorontalo optimis program keaksaraan dan pemberdayaan ini dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang melek huruf, mandiri, dan sejahtera.




