Jarak.id, POHUWATO – Isu keterlibatan oknum Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato dalam tragedi longsor di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, mencuat pasca-bencana pada Rabu malam (12/8/2026).
Namun, Anggota DPRD Pohuwato dari Partai NasDem, Yusuf Lawani, yang sudah menjadi konsumsi publik mengakui memiliki lokasi pertambangan di kawasan DAM, namun ia menegaskan bahwa lokasi kejadian tragis itu bukan miliknya.
“Peristiwa itu bukan di lokasi saya. Itu di lokasi Firman. Dari lokasi saya masih ada lokasi Kusno, baru setelah itu lokasi saya,” ujar Yusuf Lawani saat ditemui awak media, Kamis (13/8/2026).
Meski begitu, warga tetap bersikeras mengungkapkan bahwa peristiwa tragis itu terjadi di lokasi miliknya.
Hal ini juga dibenarkan oleh seorang warga di rumah duka di Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, yang menjadi korban bencana longsor di lokasi pertambangan di kawasan DAM,.
“Kejadian itu malam di wilayah DAM, lokasi milik Yusuf Lawani. Saat itu mereka tengah melakukan aktivitas penambangan, namun tiba-tiba terjadi longsor,” kata warga tersebut.
Ia juga menambahkan, sebelum bencana menerjang, terlihat sekitar 30 lampu senter kepala menyala di area tambang. “Tiba-tiba longsor, puluhan senter tersebut sudah tidak terlihat lagi. Berarti ada kemungkinan mereka juga ikut tertimbun,” ungkapnya.
Jika informasi warga benar, jumlah korban jiwa berpotensi jauh melebihi angka awal. Hingga Kamis (13/8/2026), baru lima korban meninggal dunia yang berhasil teridentifikasi.
Empat korban merupakan warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, sementara satu korban lainnya berasal dari Desa Bongonol, Kecamatan Paguyaman.




